Postingan

TAWADDHU'

OLEH : ASHHABUL YAMIN, S.Pd Takabbur   atau angkuh adalah sifat yang sangat dibenci Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah mendefinisikan sombong dengan sabdanya:“ Kesombongan adalah menolak kebenaran dan menganggap remeh orang lain .” (Shahih, HR. Muslim no. 91 dari hadits Abdullah bin Mas’ud z)Jika kita mengangkat kepala di hadapan kebenaran, apalagi dalam rangka menolaknya, atau mengingkarinya berarti kita belum tawadhu’ dan kita memiliki benih sifat sombong.   Tahukah kita apa yang diperbuat Allah subhanahu wa ta’ala terhadap Iblis yang takabbur dan terkutuk? Dan apa yang diperbuat Allah kepada Fir’aun dan tentara-tentaranya? Kepada Qarun dengan semua anak buah dan hartanya? Dan kepada seluruh penentang para Rasul Allah? Mereka semua dibinasakan Allah subhanahu wa ta’ala karena tidak memiliki sikap takabbur dan angkuh.   Lawan dari sifat angkuh adalah Tawaddhu atau merendahkan diri. Tawadhu adalah sifat yang sangat terpuji di hadapan Allah dan juga di hadapan ...

KISI-KISI SOAL ULANGAN PPKN KELAS XII SMT I

KISI-KISI SOAL ULANGAN SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2016/ 2017 Nama Sekolah                      : SMAN 1 Masbagik Mata Pelajaran                     : PPKn Kelas/ Program                    : XII/ IPS Semester                              : I Bentuk soal                          : Pilihan Ganda Penyusun                       ...

URGENSI SALING MENGINGATKAN

OLEH : ASHHABUL YAMIN, S.Pd Seorang cendekiawan muslim Indonesia Prof Dr Mahfud MD pernah mengungkapkan “Manusia banyak benarnya banyak juga salahnya, Iblis semuanya salah, Malaikat semuanya benar”. Jadi jika kita merasa selalu benar, maka tidak akan pernah bisa, karena kita bukanlah Malaikat, namun kita adalah manusia, tempatnya salah dan lupa. Dan ketika manusia salah, itu adalah wajar, yang tidak wajar adalah ketika seorang manusia merasa diri selalu benar, merasa tidak pernah bersalah, dan tidak mau menerima nasehat dari saudaranya sesama muslim. Belakangan kita melihat fenomena apatis terhadap halaqoh atau majelis kajian ilmu di masyarakat yang kondisinya cukup memprihatinkan. Ketika sebuah tema kajian sudah berkali-kali diulang dalam penyampaiannya, tidak sedikit yang kita dengar bergumam, “ahh,,,itu-itu saja yang disampaikan”, atau “ahh,,, yang sudah-sudah kita tahu saja yang disampaikan” atau “ahh,,, tidak adakah tema yang lain”. Fenomena ini sesungguhnya bukan hal...